Sebelum Bercinta Hindari 8 Makanan Ini - Anda pasti tidak ingin terganggu di tengah acara intim bersama pasangan bukan? Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan seperti yang dilansir dari Cosmopolitan ini sebelum bercinta!
1. Kacang-kacangan
Makanan kacang-kacangan adalah pemicu perut kembung yang bisa membuat Anda berkali-kali kentut. Jadi daripada kejadian itu Anda alami, sebaiknya hindari makan kacang-kacangan sebelum bercinta.
2. Pemanis buatan
Meskipun kalorinya rendah, pemanis buatan mengandung komposisi yang sulit dicerna yang bernama sorbitol. Sorbitol tersebut juga merupakan pemicu dari perut kembung.
3. Brokoli
Brokoli adalah sayuran sehat yang mengandung banyak antioksidan. Namun jangan menikmatinya sebelum bercinta jika tidak ingin perut menjadi kembung dan kentut berkali-kali.
4. Daging merah
Makan malam romantis sambil menikmati steak daging bukan ide yang baik jika selanjutnya Anda berniat untuk melakukan hubungan seks. Pasalnya daging merah punya efek membuat ngantuk setelah Anda memakannya.
5. Akar manis
Meskipun akar manis adalah obat herbal alami untuk diabetes, namun makanan ini tidak cocok dinikmati sebelum Anda bercinta. Sebab akar manis mempengaruhi libido dan menurunkan gairah pada pria dan wanita yang mengonsumsinya.
6. Keju
Keju punya sifat seperti kacang-kacangan, pemanis buatan, dan brokoli. Jangan memakannya sebelum bercinta karena keju bisa membuat perut kembung dan kentut berkali-kali.
7. Alkohol
Minum alkohol pasti membuat mabuk dan mengantuk, terutama jika Anda terlalu banyak mengonsumsinya. Jadi jangan menikmati alkohol sebelum bercinta dengan pasangan.
8. Permen karet
Memang yang satu ini bukan makanan, namun mengunyah permen karet juga tidak disarankan jika Anda akan bercinta. Pasalnya meskipun permen karet mampu menyegarkan mulut, Anda juga bisa kembung gara-gara mengunyahnya.
Itulah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari sebelum bercinta. Pastikan Anda tidak mengonsumsinya agar aktivitas seks berjalan dengan nyaman.
Semoga 8 Tips ini membantu anda yang sedang ingin bercinta dengan pasangan.
Tampilkan postingan dengan label resiko makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resiko makan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Mei 2013
Sebelum Bercinta Hindari 8 Makanan Ini
Label:
alat bantu sex,
jual semenax,
makanan,
resiko makan,
vimax
Selasa, 07 Mei 2013
Resiko Sering Makan Mie Instant
Siapa yang belum pernah makan mie instan? Hampir semua orang dipastikan pernah makan mie instan. Entah pagi, siang atau malam, sepertinya pas saja kalo makan mie instan. Apalagi kalau cuaca dingin, paling sip makan mie instan, terasa segar nikmatnya.
Tapi, tahukah kita sebagian zat yang terkandung di mie instan ? Ternyata tidak baik dikonsumsi. Apalagi banyak orang mengkonsumsi mie instan dalam waktu yang lama dan hampir setiap hari. Mau tahu apa saja bahaya mie instan ? Mari kita coba cermati.
Mie instan dibuat dari campuran tepung, minyak sayur, garam, dan beberapa bahan aditif seperti natrium polifosfat (berfungsi sebagai pengemulsi/penstabil), natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam. Selain itu, mie yang tampilannya menarik rupanya juga karena �dipoles� zat pewarna kuning (tartrazine). Selain mie itu sendiri, ada pula bumbu mie instan yang banyak mengandung garam, cabe, dan bumbu-bumbu lain. Bumbu mie instan juga tak lepas dari zat aditif makanan seperti MSG (monosodium glutamat) yang berfungsi sebagai penguat rasa.
Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup membahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin. Inilah kenapa mie tidak pernah lengket satu sama lain. Lilin ini sangat membahayakan kesehatan tubuh, karena tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin ini, yakni sekitar dua hari. Jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia. Tak hanya lilin dari mie instan, bumbu zat aditif seperti MSG pun bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh.
Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.
Lalu bagaimana jika Anda memang tidak bisa lepas dari konsumsi mie instan ? Jangan khawatir, ada beberapa langkah untuk menurunkan efek jeleknya. Pertama, sebaiknya jangan setiap hari memakannya. Setelah makan mie instan, beri jangka waktu sekitar 3 hari bila ingin memakannya lagi.
Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi tubuh agar bisa mencerna lilin (pelapis mie) sampai benar-benar habis dan tidak menumpuk di tubuh. Penumpukkan lilin sangat berbahaya bagi tubuh. Kita masih bisa mengkonsumsi mie dengan intensitas yang tidak sering, jadi jangan setiap hari. Seperti dengan mengkonsumsi mie instan dengan jarak tiga hari sekali juga termasuk langkah awal yang bagus menuju hidup sehat.
Saat memasak mie instan, Anda tentu merebus mie terlebih dahulu dengan air mendidih. Setelah mie instan yang anda masak tersebut telah matang jangan langsung mengkonsumsinya. Bahaya makan mie instan yang ada kandungan lilinnya selalu mengancam anda. Jadi tiriskan dulu mie yang telah matang tersebut. Untuk mie instan goreng, setelah mie masak, tiriskan lalu bilas lagi dengan air bersih yang tentunya sudah matang. Untuk mie instan kuah, setelah mie matang, jangan langsung dibubuhi bumbu mie instan. Tiriskan dahulu mie-nya, lalu buang air sisa perebusan mie. Untuk kuah, Anda bisa memakai air panas yang baru.
Memang agak repot, namun perlakuan ini untuk meminimalisir masuknya zat lilin ke dalam tubuh. Saat mie direbus, lilin bisa lepas dari mie dan menyatu dengan air rebusan. Itulah sebabnya, sebaiknya jangan mengkonsumsi air rebusan mie. Selain itu, ada sebagian orang yang lebih suka memakan mie instan dengan kondisi yang masih kriuk-kriuk (setengah matang). Ini juga perlu berhati-hati karena bahaya makan mie instan seperti itu lebih besar dibanding makan yang matang. Kinerja organ pencernaan akan lebih berat jika kita mengkonsumsi mie instan dalam kondisi setengah matang. Bahkan bagi sebagian orang yang memang kondisi organ pencernaannya kurang baik, akan terasa mules dan sering buang air besar jika memakan mie instan dalam kondisi setengah matang.
Banyak kasus nyata tentang orang yang sakit dan diduga disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi mie instan. Karena itu, sebaiknya mari kita mulai mengurangi konsumsi mie instan. Bukannya menakut-nakuti, tetapi pilihan makanan sehat kan masih banyak. Sayuran hijau, buah segar, tempe, tahu, dan berbagai makanan sehat lain kan masih banyak yang bisa kita konsumsi. Bukankah lebih baik mengkonsumsi makanan sehat daripada mengkonsumsi mie instan yang banyak. Sepakat ?
Tapi, tahukah kita sebagian zat yang terkandung di mie instan ? Ternyata tidak baik dikonsumsi. Apalagi banyak orang mengkonsumsi mie instan dalam waktu yang lama dan hampir setiap hari. Mau tahu apa saja bahaya mie instan ? Mari kita coba cermati.
Mie instan dibuat dari campuran tepung, minyak sayur, garam, dan beberapa bahan aditif seperti natrium polifosfat (berfungsi sebagai pengemulsi/penstabil), natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam. Selain itu, mie yang tampilannya menarik rupanya juga karena �dipoles� zat pewarna kuning (tartrazine). Selain mie itu sendiri, ada pula bumbu mie instan yang banyak mengandung garam, cabe, dan bumbu-bumbu lain. Bumbu mie instan juga tak lepas dari zat aditif makanan seperti MSG (monosodium glutamat) yang berfungsi sebagai penguat rasa.
Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup membahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin. Inilah kenapa mie tidak pernah lengket satu sama lain. Lilin ini sangat membahayakan kesehatan tubuh, karena tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin ini, yakni sekitar dua hari. Jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia. Tak hanya lilin dari mie instan, bumbu zat aditif seperti MSG pun bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh.
Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.
Lalu bagaimana jika Anda memang tidak bisa lepas dari konsumsi mie instan ? Jangan khawatir, ada beberapa langkah untuk menurunkan efek jeleknya. Pertama, sebaiknya jangan setiap hari memakannya. Setelah makan mie instan, beri jangka waktu sekitar 3 hari bila ingin memakannya lagi.
Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi tubuh agar bisa mencerna lilin (pelapis mie) sampai benar-benar habis dan tidak menumpuk di tubuh. Penumpukkan lilin sangat berbahaya bagi tubuh. Kita masih bisa mengkonsumsi mie dengan intensitas yang tidak sering, jadi jangan setiap hari. Seperti dengan mengkonsumsi mie instan dengan jarak tiga hari sekali juga termasuk langkah awal yang bagus menuju hidup sehat.
Saat memasak mie instan, Anda tentu merebus mie terlebih dahulu dengan air mendidih. Setelah mie instan yang anda masak tersebut telah matang jangan langsung mengkonsumsinya. Bahaya makan mie instan yang ada kandungan lilinnya selalu mengancam anda. Jadi tiriskan dulu mie yang telah matang tersebut. Untuk mie instan goreng, setelah mie masak, tiriskan lalu bilas lagi dengan air bersih yang tentunya sudah matang. Untuk mie instan kuah, setelah mie matang, jangan langsung dibubuhi bumbu mie instan. Tiriskan dahulu mie-nya, lalu buang air sisa perebusan mie. Untuk kuah, Anda bisa memakai air panas yang baru.
Memang agak repot, namun perlakuan ini untuk meminimalisir masuknya zat lilin ke dalam tubuh. Saat mie direbus, lilin bisa lepas dari mie dan menyatu dengan air rebusan. Itulah sebabnya, sebaiknya jangan mengkonsumsi air rebusan mie. Selain itu, ada sebagian orang yang lebih suka memakan mie instan dengan kondisi yang masih kriuk-kriuk (setengah matang). Ini juga perlu berhati-hati karena bahaya makan mie instan seperti itu lebih besar dibanding makan yang matang. Kinerja organ pencernaan akan lebih berat jika kita mengkonsumsi mie instan dalam kondisi setengah matang. Bahkan bagi sebagian orang yang memang kondisi organ pencernaannya kurang baik, akan terasa mules dan sering buang air besar jika memakan mie instan dalam kondisi setengah matang.
Banyak kasus nyata tentang orang yang sakit dan diduga disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi mie instan. Karena itu, sebaiknya mari kita mulai mengurangi konsumsi mie instan. Bukannya menakut-nakuti, tetapi pilihan makanan sehat kan masih banyak. Sayuran hijau, buah segar, tempe, tahu, dan berbagai makanan sehat lain kan masih banyak yang bisa kita konsumsi. Bukankah lebih baik mengkonsumsi makanan sehat daripada mengkonsumsi mie instan yang banyak. Sepakat ?
Label:
dampak buruk,
mie instant,
penis,
resiko makan,
semenax capsule,
vimax
Langganan:
Postingan (Atom)

