Selasa, 07 Mei 2013

Jenis - Jenis Vagina lengkap Gambar dan keunggulannya

Vagina adalah alat kelamin wanita dan vagina juga merupakan saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus ke bagian luar tubuh pada mamalia dan marsupilia betina, atau ke kloaka pada burung betina, monotrem, dan beberapa jenis reptil. Serangga dan beberapa jenis invertebrata juga memiliki vagina, yang merupakan bagian akhir dari oviduct. Vagina merupakan alat reproduksi pada mamalia betina, seperti halnya penis pada mamalia jantan.

1. Mutasyahhimah. Yaitu perempuan yang vaginanya dipenuhi lemak. Perempuan semacam ini tidak mendapatkan kenikmatan kecuali dari penis yang panjang sehingga bisa mencapai jarak terjauh.

2. Lizqah. Yaitu perempuan yang vaginanya termakan oeh daerah-daerah yang ada di sekitarnya. Lemak di dalamnya sedikit. Dan daging yang tersisa menempel dan menggantung pada bagian atasnya. Perempuan semacam ini menyukai penis yang diameternya lebar.

3. Qa�ra. Yaitu perempuan yang vaginanya cekung karena syahwatnya yang besar dan nafsunya yang melampaui batas. Penis yang paling disukainya adalah yang diameternya lebar dan kepalanya besar agar dapat memenuhi tempat-tempat yang ada di dalam dan mengalirkan nikmat kepadanya.

4. Jaufa. Yaitu perempuan yang sisi-sisi vaginanya berongga dan jarak antara kedua bibir serta sudut-sudutnya jauh. Vagina semacam ini tidak dapat dipenuhi kecuali oleh penis yang panjang dan besar. Biasanya dimiliki oleh perempuan yang tinggi.

5. Mutkhamah. Yaitu perempuan yang bagian bawah dan bagian atas vaginanya sama. Syahwatnya kecil dan orgasmenya cepat. Perempuan semacam ini menyukai laki-laki yang goyangannya kuat dan orgasmenya cepat.

6. Syafra�. Yaitu perempuan yang daging kedua sisi vaginanya tipis. Perempuan semacam ini menyukai penis yang panjang dan kecil.

7. Munhaniqah. Yaitu perempuan yang dinding-dinding vaginanya tebal pada bagian luar dan kurang berisi pada bagian dalam sehingga syahwat tertahan di dalamnya. Perempuan semacam ini menyukai penis yang besar dan diameternya lebar, urat-uratnya keras dan kepalanya sangat besar.

4 Trik Posisi Main Seks Yang Membuat Vagina Jadi Rapat

Melahirkan, usia dan terlalu sering berhubungan seksual adalah faktor utama yang bisa melonggarkan vagina wanita. Seorang wanita dengan vagina longgar cenderung mengalami masalah libido rendah. Penurunan libido tersebut terjadi karena si wanita kurang mendapatkan kepuasaan saat pasangannya melakukan penetrasi.

Kondisi vagina longgar juga membuat wanita lebih mungkin mengalami inkontinensia (ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar atau kecil) dan vagina mengeluarkan aroma kurang sedap.
Beberapa wanita percaya metode bedah atau operasi dinilai cukup efektif dan cepat untuk merapatkan dan mengencangkan kembali vagina yang sudah longgar. Namun, metode ini harus mengeluarkan uang yang cukup banyak, sehingga tak banyak wanita bisa melakukannya.
Selain operasi, sebenarnya ada cara lain merapatkan vagina yang menyenangkan untuk dilakukan bersama pasangan. Cara tersebut adalah bercinta dengan posisi tertentu.

Berikut ini empat posisi tersebut seperti dikutip dari askdanandjennifer:

Posisi 1: bercinta dengan mengangkat kaki lalu letakkan telapak kaki di dada pasangan

Untuk melakukan posisi bercinta ini, Anda bisa berbaring seperti akan melakukan posisi misionaris dengan pasangan. Setelah itu, jangan lebarkan kedua kaki, tapi angkat kaki ke atas dan taruh di dada suami.

Posisi tersebut memungkinkan suami melakukan penetrasi lebih dalam. Tak hanya itu, posisi tersebut juga membuat Miss V lebih rapat di sekitar Mr Happy.

Sebelum melakukan posisi ini, pastikan Anda sudah mendapatkan foreplay yang cukup dari suami, seperti dicium dan disentuh. Kenapa? Karena ketika melakoninya, kaki Anda akan membuat si dia sulit memberikan ciuman atau sentuhan di area sensitif.

Variasi lainnya dari posisi ini yang bisa membuat Miss V semakin rapat adalah dengan menyilangkan kedua pergelangan kaki sedekat mungkin ke paha. Kalau Anda tidak bisa sampai paha, hanya ke lutut, tidak masalah juga.

Dengan melakukan posisi tersebut, dinding Miss V bisa menjadi lebih dekat satu sama lain. Pria pun jadi lebih merasa puas karena Mr Happy nya seolah hanya bersentuhan dengan dinding Miss V Anda.

Posisi 2: planking

Anda pernah mendengar tren planking? Untuk yang belum paham, planking adalah aktivitas yang mengharuskan pelakunya berbaring tengkurap dengan tangan sejajar di atas obyek yang unik, aneh ataupun berbahaya.

Aktivitas itu saat ini tengah trend dilakukan anak muda. Mereka yang melakukannya kemudian ramai-ramai meng-upload foto atau video aksi mereka ke situs jejaring sosial.

Aktivitas planking yang sedang tren ini ternyata bisa juga diterapkan saat bercinta dan menimbulkan sensasi Miss V lebih rapat. Tentu saja ketika bercinta ala planking ini sesudahnya Anda tidak perlu meng-upload foto atau videonya ke internet.

Untuk bercinta dengan posisi planking ini, Anda berbaring seperti akan melakukan posisi misionaris. Lalu, pastikan kedua kaki tertutup rapat. Usahakan Anda sudah cukup memiliki cairan lubrikasi saat si dia mulai melakukan penetrasi. Posisi ini membuat Miss V lebih rapat untuk Mr Happy pria.

Variasi lainnya dari posisi bercinta ala planking ini adalah doggy style. Pasangan bisa melakukan penetrasi seperti posisi doggy style, namun kedua kaki Anda tetap tertutup rapat. Posisi tersebut sensasinya sama menyenangkannya dengan posisi planking ala misionaris.

Posisi 3: lotus

Saat melakukan posisi ini, minta pasangan duduk bersila di atas tempat dengan permukaan yang rata. Sementara Anda duduk di atasnya dengan kedua kaki di buka lebar.

Dalam posisi bercinta ini, Anda harus aktif. Usahakan Mr Happy bisa penetrasi ke Miss V. Setelah penetrasi terjadi, lingkarkan kedua kaki di sekitar pinggang dan punggungnya.

Jangan kaget kalau saat melakukan penelitian ini, Anda dan dia tidak bisa terburu-buru. Hal itu karena Anda dan pasangan akan sulit bergerak dengan cepat.

Variasi lainnya dari posisi ini bisa membuat Miss V semakin rapat. Variasi tersebut adalah dengan meminta pasangan meluruskan kedua kaki. Lalu Anda duduk di atas pasangan, namun jangan letakkan kaki seperti memeluk pinggangnya. Letakkan saja kedua kaki di atas tempat tidur. Posisi ini membuat Anda lebih erat lagi berpelukan dengan pasangan, ketimbang lotus. Sensasi yang ditimbulkan adalah Miss V Anda seolah memeluk Mr Happy lebih dalam.

Posisi 4: berdiri

Saat melakukannya, Anda berdiri dengan bersandar di tembok. Usahakan posisi Anda lebih tinggi dari pasangan. Anda bisa menggunakan alat bantu seperti kursi. Posisi ini disukai pasangan karena dia bisa merasakan kedalaman Miss V Anda.

Senin, 06 Mei 2013

Vimax Capsule Obat Pembesar Penis Herbal

Vimax Pills Capsule Canada adalah produk herbal alami yang sangat efektik dan berkhasiat untuk masalah laki-laki yang dapat menambah panjang dan lingkar penis, keinginan seksual, kesehatan seksual dan membantu untuk mencapai ereksi kuat. Diformulasikan dari tumbuh-tumbuhan yang berasal dari seluruh dunia yang telah terbukti berkhasiat, Anda akan yakin bahwa vimax akan dapat meningkatkan kehidupan seksual anda. Vimax menggunakan beberapa jenis tumbuhan yang ditemukan di Polinesia, dimana orang-orang dari suku mangaian berhubungan seks rata-rata 3 kali setiap malam, meski ini bukan apa yang anda inginkan, itu bagus untuk mengetahui kemampuan seksual anda yang dapat meningkatkan secara substansial.
Jangan percaya mitos yang mengatakan bahwa wanita tidak peduli tentang ukuran penis anda. Jika anda memiliki penis yang kecil, maka tidak peduli seberapa baik, tampan dsb, beberapa lama anda akan bisa mempertahankan istri anda, karena memiliki masalah dalam hal sexualitas. Kami melakukan survei terhadap lebih dari 50.000 perempuan, ternyata mereka lebih memilih ukuran penis yang lebih baik terutama panjang dan besar. Lihat hasilnya dan buat keputusan apakah anda akan menggunakan vimax kapsul atau tidak sama sekali.

Info pemesanan bisa hubungi: 081228998611 add pin bb 22FE643A
info lengkap kunjungi web ini  http://www.sanggarobatkuat.com/

Sabtu, 04 Mei 2013

Inilah 25 Fakta Unik dalam Hubungan Seks

Tidak menjadi masalah siapa yang mencapi orgasme lebih dlu,yg penting adalah tingkat kesenagan dalam mencapainya,semakin kita senang melakukan sex semakin puas orgasme kita,kita cari faktanya dibawah ni:

1,perempuan butuh 20menit untuk turn-off?Not excalty,menurut sebuah penelitain yg dilakukan McGill University,kanada,gairah kita bisa naik dalam waktu 11-12 mnit saja!wow......

2.Di Uganada,kaum perempuan dewasa gemar mengoleksi area klitoris mereka dengan sejenis ramuan herbal gar penampilan mereka lebih "mengoda"...ane mw tuch yg ngolesin

3.Menurut survei yang dilakukan Masters & Johnson,Amerika sebanyak 1% wanita jadi obyek penelitian mampu mengalami orgasme berganda yang di picu oleh rangsangan payudara.

4.Seorang pria menghasilkan 3 juat sperma baru setiap 1 jam selama hidupnya....coba menghasilkan duit 3 jt dlam 1 jam

5.Kebanyakk pria mengalami 5 orgasme dalam waktu 6 mnit setelah terjadi penitrasi

6.Aroma mirip cairan pemutih kain yang berasal dari sperma disebabkan oleh cairan pembunuh kuman alami yang terdapat didalamya.

7.Kondom bisa bertahan selam 1 bulan dlam dompet sebelum bahan elastisnya menjadi mulu karena terkena suhu tubuh,&mudah sobek.

8.Wanita mencapai puncak seksualitasnya pada usia 30an dan kamu lelaki pada akhir usia belasan.

9.rata2,kaum lelaki memikirkan sex setiap 7 menit,jumlah itu bisa bervariasi tergantung pada usia dah derajat kesibukan sehari-hari.

10.Manusia & lumba2 adalah 2 jenis mahluk hidup yang menjadikan aktivitas seksual sebagia semacam sarana rekreasi bukan semata-mata kebutuhan untuk berkembang biak

11.Meski tidk terlalu direkomendasi,vaginoplasty adalah jawaban anda yang terobsesi untu tetap memilii selaput darah sebelum menikah...curang nich namanya

12.Memakai kondom 2 sekaligus=sex aman?salah besar!!!kedua kondom akan saling bergesekan hingga keduanya sobek...saran ane sich gan klw mw aman mending cabut nikah dulu

13.Lubang miss.v diciptakan sedemikian lentur dan fleksibel sehingga bisa menrima mis.p berukuran "xxxl"

14.Sejumlah ahli percya bahwa cairan sperma mengandung sejenis senyawa yang mampu mengubah mood wanita menjadi lebih baik.

15.Pupil mata membesar adalh tanda alamiah yang memacu gairah bercinta pasangan.

16.Lubrikasi kurang?minum saja yag bnyak air putih.pasalnya,fluktuasi hormon estrogn bisa membuat kadar air didlam tubuh tidak seimbang.tubuh yg kekurangan cairan bisa menyebabkan mininya lubrikasi...Lubrikasi vaginal adalah cairan yang secara alami diproduksi dan mengurangi gaya gesek selama hubungan seksual. Cairan ini sering diproduksi pada saat rangsangan seksual. Keringnya vagina adalah kondisi ketika lubrikasi ini tidak cukup

18.orgasme membuat darah mengalir lebih cepat keseluruh tubuh sehingga bisa memperbaiki metabolisme tubh dan membuat kulit tampak bercahaya

19.Selama melakukan hubungan sex,udara terdesak masuk kedalam miss.v yang menimbulkan suara ato yg dikenl dengan sex-fart

20.Siapa bilng mimpi basah hanya dialami pria?wanita juga dalam mengalami mimpi erotis seperti pria,yang dinamakan sebagai "orgasme noktural".

21.Saat bercinta.,tubuh melepaskan hormon endrofin kedalam darah..hormon tersebut mampu memacu perasan gembira dan membuat anda merasa lebih baik.itu sebabnya seks bisa menjadi obat manjur mengatasi depresi ringan.

22.Menurut sejumlh pakar kesehatan,seks adalah obat penenang paling aman didunia.khasiatnya bahkan lebih baik 10x lipat.

23.Aktivitas sex yang yang sehat adalah obat alergi alami yang mampu meringankan gejala asma melonggarkan hidung yang tersumbat karena flu.

24.Tubuh yang aktif secara seksual akan memancarkan senyawa phemone.adalah 'parfum alami'pemicu gairah seks yang membuat lawan jenis tertarik pada anda.

25.setelah mencpai klimaks,laki2 membutuhkan waktu sediktnya 20 menit tuk relaks sejanak dan bangkit kembali.

Jumat, 03 Mei 2013

Cara Buka Blokir Situs Positif Dan Bisa Download Video Porno Dengan IDM

Anda diharuskan berjuang untuk mengumpulkan koleksi proxy yang tepat serta download aplikasi Mozilla Firefox.
kenapa harus download Mozilla Firefox? hal ini mengantisipasi, apabila pihak warnet tidak memperbolehkan anda untuk mengakses Setting Network.

Baik, untuk bisa buka Blokir Situs Bokep yang di blokir situs positif seperti yang pernah saya sampaikan di halaman ini Cara Buka situs Porno Yang Di blokir Stius Positif Tanpa Software, sepertinya sudah tidak bisa lagi diakses, meski Google masih memberikan Public DNS. tapi pihak TelkomSpeedy sepertinya sudah mengendus trik semacam ini. Nah, pada postingan ini, untuk Bisa untuk Bisa buka blokir situs porno/bokep yang di blokir situs positif dan bisa download dengan IDM. Ternyata jauh lebih mudah dibandingkan dengan yang saya sebutkan diatas.


Namun Jika trick dibawah tidak mempan karena telkom sudah menutup akses atau pihak warnet tidak memperbolehkan anda untuk mensetting Configuration Local Area Connection (LAN) anda bisa Masuk Halaman ini mempelajarainya

Cara Buka Blokir Situs Positif Dan Bisa Download Video Porno Dengan IDM
atau bisa masuk halaman ini

Cara Hack Internet Positif Untuk Download Bokep


Caranya, perhatikan baik-baik langkah yang ingin saya sampaikan dibawah.

1.Buka Browser atau Mozilla Firefox Anda
2.pada tab menu Mozilla Firefox klik "Tool" => "Option"
3.  pilih "Advanced" => "Network" => "Setting"
 4. setelah masuk ke "Connection Setting". selanjutnya checklist, menjadi "Manual Proxy Configuration" checklis juga "Use this Proxy Server for All protocol" lalu isikan HTTP Proxy dan Port. dan klik "OK" untuk daftar Proxy Gratis anda bisa mencarinya di halaman ini http://www.freeproxylists.net/ atau anda bisa googling Sendiri.

namun jika anda tidak mau repot-repot mencari. berikut saya sertakan Koleksi Proxy dibawah.

sekian dan semoga bermanfaat.

7 Manfaat Main Sex Secara Rutin

Melakukan hubungan intim adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta kepada pasangan. Namun, sejumlah studi menyebutkan hubungan intim yang teratur ternyata memiliki banyak manfaat.

Seks juga baik untuk kesehatan. Tak hanya membantu Anda tidur nyenyak, hubungan seks yang benar juga meredakan stres dan membakar kalori.

Itulah alasan mengapa Anda harus berhubungan seks secara rutin dengan pasangan. Dilansir dari Times of India, berikut beberapa manfaat seks :

Meningkatkan kesehatan jantung

Seks juga menjaga kesehatan tubuh sperti meningkatkan kesehatan pada jantung Anda. Baru baru ini sebuah penelitian menyebutkan bahwa pria yang berhubungan seks sebanyak lebih dari dua kali seminggu, memiliki resiko rendah terkena serangan jantung, berbeda dari pria yang berhubungan seks sebulan sekali yang lebih rentan terkena serangan jantung.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Manfaat lainnya adalah meningkatkan tingkat kekebalan antibodi immunoglobulin serta bkekebalan tubuh A (IgA), yang membuat tubuh Anda lebih tahan terhadap serangan penyakit pilek dan demam.

Mengurangi stres

Banyak alasan terjadinya stress, yang paling sering adalah masalah pekerjaan dan keluarga. Jangan biarkan stres mempengaruhi kinerja Anda saat berada di tempat tidur. Tidak hanya meningkatkan suasana hati Anda, penelitian membuktikan bahwa banyak orang yang menikmati aktivitasnya di atas ranjang secara teratur  dapat mengatasi stres serta membuat orang bahagia.

Meredakan nyeri

Ketika anda sakit kepala, jangan dijadikan alasan untuk tidak bercinta. Ketika Anda melakukan hubungan intim, maka Anda akan mengalami orgasme, serta tingkat hormon oksitosin meningkat sebanyak lima kali lipat. Endorphin ini benar - benar mengurangi rasa nyeri.

Membuat umur panjang

Pria, yang memiliki setidaknya dua orgasme seminggu, hidup lebih lama daripada pria yang berhubungan seks hanya sekali setiap beberapa minggu. Alasannya ketika seseorang mengalami orgasme, hormon yang disebut dehydroepiandrosterone dilepaskan. Hal ini meningkatkan imunitas, jaringan perbaikan dan menjaga kulit sehat.

Meningkatkan sirkulasi darah

Detak jantung Anda dapat meningkat ketika Anda melakukan hubungan seks, darah segar yang dipasok kedalam organ dan sel tubuh. Sedangkan darah yang digunakan sudah terbuang, serta menghilangkan racun dari dalam tubuh.

Meningkatkan kebugaran

Anda akan pergi ke pusat kebugaran untuk menurunkan berat badan dan menjaga tubuh tetap fit. Dengan seks secara teratur akan memberikan hasil yang baik kepada bagian pinggang Anda. Setengah jam bercinta akan membantu membakar kalori lebih dari 80 kalori tiap harinya.

Rabu, 01 Mei 2013

Cerita Seks - Perawat Main Sex

Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di kota Bandung. Karena tugas kantorku, aku terpaksa tinggal di Bandung selama 5 hari dan weekend di Jakarta. Di kota kembang ini, aku menyewa kamar di rumah temanku. Menurutnya, rumah itu hanya ditinggali oleh Ayahnya yang sudah pikun, seorang perawat, dan seorang pembantu. "Rumah yang asri" gumamku dalam hati. Halaman yang hijau, penuh tanaman dan bunga yang segar dikombinasikan dengan kolam ikan berbentuk oval. Aku mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali sampai pintu dibukakan. Sesosok tubuh semampai berbaju serba putih menyambutku dengan senyum manisnya. "Pak Dafa ya..". "Ya.., saya temannya Mas Heru yang akan menyewa kamar di sini. Lho, kamu kan pernah kerja di tetanggaku?", jawabku surprise. Perawat ini memang pernah bekerja pada tetanggaku di Bintaro sebagai baby sitter. "Iya..., saya dulu pengasuhnya Eka. Saya keluar dari sana karena ada rencana untuk kimpoi lagi. Saya kan dulu janda pak.., tapi mungkin belum jodo.., ee dianya pergi sama orang lain.., ya sudah, akhirnya saya kerja di sini..", Mataku memandangi sekujur tubuhnya. Santi (nama si perawat itu) secara fisik memang tidak pantas menjadi seorang perawat. Kulitnya putih mulus, wajahnya manis, rambutnya hitam sebahu, buah dadanya sedang menantang, dan kakinya panjang semampai. Kedua matanya yang bundar memandang langsung mataku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Aku tergagap dan berkata, "Ee.., Mbak Santi, Bapak ada?". "Bapak sedang tidur. Tapi Mas Heru sudah nitip sama saya.

Mari saya antarkan ke kamar..". Santi menunjukkan kamar yang sudah disediakan untukku. Kamar yang luas, ber-AC, tempat tidur besar, kamar mandi sendiri, dan sebuah meja kerja. Aku meletakkan koporku di lantai sambil melihat berkeliling, sementara Santi merunduk merapikan sprei ranjangku. Tanpa sengaja aku melirik Santi yang sedang menunduk. Dari balik baju putihnya yang kebetulan berdada rendah, terlihat dua buah dadanya yang ranum bergayut di hadapanku. Ujung buah dada yang berwarna putih itu ditutup oleh BRA berwarna pink. Darahku terkesiap. Ahh..., perawat cantik, janda, di rumah yang relatif kosong. Sadar melihat aku terkesima akan keelokan buah dadanya, dengan tersipu-sipu Santi menghalangi pemandangan indah itu dengan tangannya. "Semuanya sudah beres Pak..., silakan beristirahat..". "Ee..., ya.., terima kasih", jawabku seperti baru saja terlepas dari lamunan panjang. Sore itu aku berkenalan dengan ayah Heru yang sudah pikun itu.

Ia tinggal sendiri di rumah itu setelah ditinggalkan oleh istrinya 5 tahun yang lalu. Selama beramah-tamah dengan sang Bapak, mataku tak lepas memandangi Santi. Sore itu ia menggunakan daster tipis yang dikombinasikan dengan celana kulot yang juga tipis. Buah dadanya nampak semakin menyembul dengan dandanan seperti itu. Di rumah itu ada seorang pembantu berumur sekitar 17 tahun. Mukanya manis, walaupun tidak secantik Santi. Badannya bongsor dan motok. Ria namanya. Ia yang sehari-hari menyediakan makan untukku. Hari demi hari berlalu. Karena kepiawaianku dalam bergaul, aku sudah sangat akrab dengan orang-orang di rumah itu. Bahkan Ria sudah biasa mengurutku dan Santi sudah berani untuk ngobrol di kamarku. Bagi janda muda itu, aku sudah merupakan tempat mencurahkan isi hatinya. Begitu mudah keakraban itu terjadi hingga kadang-kadang Santi merasa tidak perlu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku. Sampai suatu malam, ketika itu hujan turun dengan lebatnya. Aku, karena sedang suntuk memasang VCD porno kesukaanku di laptopku. Tengah asyik-asyiknya aku menonton tanpa sadar aku menoleh ke arah pintu, astaga..., Santi tengah berdiri di sana sambil juga ikut menonton. Rupanya aku lupa menutup pintu, dan ia tertarik akan suara-suara erotis yang dikeluarkan oleh film produksi Vivid interactive itu. Ketika sadar bahwa aku mengetahui kehadirannya, Santi tersipu dan berlari ke luar kamar.

"Mbak Santi..", panggilku seraya mengejarnya ke luar. Kuraih tangannya dan kutarik kembali ke kamarku. "Mbak Santi..., mau nonton bareng? Ngga apa-apa kok..". "Ah, ngga Pak..., malu aku..", katanya sambil melengos. "Lho.., kok malu.., kayak sama siapa saja.., kamu itu.., wong kamu sudah cerita banyak tentang diri kamu dan keluarga.., dari yang jelek sampai yang bagus.., masak masih ngomong malu sama aku?", Kataku seraya menariknya ke arah ranjangku. "Yuk kita nonton bareng yuk..", Aku mendudukkan Santi di ranjangku dan pintu kamarku kukunci. Dengan santai aku duduk di samping Santi sambil mengeraskan suara laptopku. Adegan-adegan erotis yang diperlihatkan ke 2 bintang porno itu memang menakjubkan. Mereka bergumul dengan buas dan saling menghisap. Aku melirik Santi yang sedari tadi takjub memandangi adegan-adegan panas tersebut. Terlihat ia berkali-kali menelan ludah. Nafasnya mulai memburu, dan buah dadanya terlihat naik turun.

Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya yang putih mulus itu. Santi tampak sedikit kaget, namun ia membiarkan tanganku membelai telapak tangannya. Terasa benar bahwa telapak tangan Santi basah oleh keringat. Aku membelai-belai tangannya seraya perlahan-lahan mulai mengusap pergelangan tangannya dan terus merayap ke arah ketiaknya. Santi nampak pasrah saja ketika aku memberanikan diri melingkarkan tanganku ke bahunya sambil membelai mesra bahunya. Namun ia belum berani untuk menatap mataku. Sambil memeluk bahunya, tangan kananku kumasukkan ke dalam daster melalui lubang lehernya. Tanganku mulai merasakan montoknya pangkal buah dada Santi. Kubelai-belai seraya sesekali kutekan daging empuk yang menggunung di dada bagian kanannya. Ketika kulihat tak ada reaksi dari Santi, secepat kilat kusisipkan tangganku ke dalam BH-nya..., kuangkat cup BH-nya dan kugenggam buah dada ranum si janda muda itu.

"Ohh.., Pak..., jangan..", Bisiknya dengan serak seraya menoleh ke arahku dan mencoba menolak dengan menahan pergelangan tangan kananku dengan tangannya. "Sshh..., ngga apa-apa Mbak..., ngga apa-apa..". "Nanti ketauanhh..". "Nggaa..., jangan takut..", Kataku seraya dengan sigap memegang ujung puting buah dada Santi dengan ibu jari dan telunjukku, lalu kupelintir-pelintir ke kiri dan kanan. "Ooh.., hh.., Pak.., Ouh.., jj.., jjanganhh.., ouh..", Santi mulai merintih-rintih sambil memejamkan matanya. Pegangan tangannya mulai mengendor di pergelangan tanganku. Saat itu juga, kusambar bibirnya yang sedari tadi sudah terbuka karena merintih-rintih. "Ouhh.., mmff.., cuphh.., mpffhh..", Dengan nafas tersengal-sengal Santi mulai membalas ciumanku. Kucoba mengulum lidahnya yang mungil, ketika kurasakan ia mulai membalas sedotanku. Bahkan ia kini mencoba menyedot lidahku ke dalam mulutnya seakan ingin menelannya bulat-bulat.

Tangannya kini sudah tidak menahan pergelanganku lagi, namun kedua-duanya sudah melingkari leherku. Malahan tangan kanannya digunakannya untuk menekan belakang kepalaku sehingga ciuman kami berdua semakin lengket dan bergairah. Momentum ini tak kusia-siakan. Sementara Santi melingkarkan kedua tangannya di leherku, akupun melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Aku melepaskan bibirku dari kulumannya, dan aku mulai menciumi leher putih Santi dengan buas. "aahh..Ouhh.." Santi menggelinjang kegelian dan tanganku mulai menyingkap daster di bagian pinggangnya. Kedua tanganku merayap cepat ke arah tali BH-nya dan, "tasss.." terlepaslah BH-nya dan dengan sigap kualihkan kedua tanganku ke dadanya. Saat itulah kurasakan betapa kencang dan ketatnya kedua buah dada Santi. Kenikmatan meremas-remas dan mempermainkan putingnya itu terasa betul sampai ke ujung sarafku. Penisku yang sedari tadi sudah menegang terasa semakin tegang dan keras.

Rintihan-rintihan Santi mulai berubah menjadi jeritan-jeritan kecil terutama saat kuremas buah dadanya dengan keras. Santi sekarang lebih mengambil inisiatif. Dengan nafasnya yang sudah sangat terengah-engah, ia mulai menciumi leher dan mukaku. Ia bahkan mulai berani menjilati dan menggigit daun telingaku ketika tangan kananku mulai merayap ke arah selangkangannya. Dengan cepat aku menyelipkan jari-jariku ke dalam kulotnya melalui perut, langsung ke dalam celana dalamnya. Walaupun kami berdua masih dalam keadaan duduk berpelukan di atas ranjang, posisi paha Santi saat itu sudah dalam keadaan mengangkang seakan memberi jalan bagi jari jemariku untuk secepatnya mempermainkan lubang surga dunianya.

Hujan semakin deras saja mengguyur kota Bandung. Sesekali terdengar suara guntur bersahutan. Namun cuaca dingin tersebut sama sekali tidak mengurangi gairah kami berdua di saat itu. Gairah seorang lajang yang memiliki libido yang sangat tinggi dan seorang janda muda yang sudah lama sekali tidak menikmati sentuhan lelaki. Santi mengeratkan pelukannya di leherku ketika jemariku menyentuh bulu-bulu lebat di ujung vaginanya. Ia menghentikan ciumannya di kupingku dan terdiam sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya terasa menegang ketika jari tengahku mulai menyentuh vaginanya yang sudah terasa basah dan berlendir itu. Aku mulai mempermainkan vagina itu dan membelainya ke atas dan ke bawah. "Ouuhh Pak.., ouhh.., aahh.., g..g.ggelliiihh�". Santi sudah tidak bisa berkata-kata lagi selain merintih penuh nafsu ketika clitorisnya kutemukan dan kupermainkan. Seluruh badan Santi bergetar dan bergelinjang. Ia nampak sudah tak dapat mengendalikan dirinya lagi.

Jeritan-jeritannya mulai terdengar keras. Sempat juga aku kawatir dibuatnya. Jangan-jangan seisi rumah mendengar apa yang tengah kami lakukan. Namun kerasnya suara hujan dan geledek di luar rumah menenangkanku. Benda kecil sebesar kacang itu terasa nikmat di ujung jari tengahku ketika aku memutar-mutarnya. Sambil mempermainkan clitorisnya, aku mulai menundukkan kepalaku dan menciumi buah dadanya yang masih tertutupi oleh daster. Seolah mengerti, Santi menyingkapkan dasternya ke atas, sehingga dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang ranum, kenyal dan berwarna putih mulus itu bergantung di hadapanku. Karena nafsuku sudah memuncak, dengan buas kusedot dan kuhisap buah dada yang berputing merah jambu itu. Putingnya terasa keras di dalam mulutku menandakan nafsu janda muda itupun sudah sampai di puncak. Santi mulai menjerit-jerit tidak karuan sambil menjambak rambutku. Sejenak kuhentikan hisapanku dan bertanya, "Enak Mbak?".

Sebagai jawabannya, Santi membenamkan kembali kepalaku ke dalam ranumnya buah dadanya. Jari tengahku yang masih mempermainkan clitorisnya kini kuarahkan ke lubang vagina Santi yang sudah menganga karena basah dan posisi pahanya yang mengangkang. Dengan pelan tapi pasti kubenamkan jari tengahku itu ke dalamnya dan, "Auuhh.., P.Paak.., hh". Santi menjerit dan menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang. "Terrusshh.., auhh..". Kugerakkan jariku keluar masuk di vaginanya dan Santi menggoyangkan pingggulnya mengikuti irama keluar masuknya jemariku itu. Aku menghentikan ciumanku di buah dada Santi dan mulai mengecup bibir ranum janda itu. Matanya tak lagi terpejam, tapi memandang sayu ke mataku seakan berharap kenikmatan yang ia rasakan ini jangan pernah berakhir. Tangan kiriku yang masih bebas, membimbing tangan kanan Santi ke balik celana pendekku. Ketika tangannya menyentuh penisku yang sudah sangat keras dan besar itu, terlihat ia agak terbelalak karena belum pernah melihat bentuk yang panjang dan besar seperti itu.

Santi meremas penisku dan mulai mengocoknya naik turun naik turun.., kocokan yang nikmat yang membuatku tanpa sadar melenguh, "Ahh.., Mbaak.., enaknya.., terusin..". Saat itu kami berdua berada pada puncaknya nafsu. Aku yakin bahwa Mbak Santi sudah ingin secepatnya memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Ia tidak mengatakannya secara langsung, namun dari tingkahnya menarik penisku dan mendekatkannya ke vaginanya sudah merupakan pertanda. Namun, di detik-detik yang paling menggairahkan itu terdegar suara si Bapak tua berteriak, "Santi..., Santiiii..". Kami berdua tersentak. Kukeluarkan jemariku dari vaginanya, Santi melepaskan kocokannya dan ia membenahi pakaian dan rambutnya yang berantakan. Sambil mengancingkan kembali BH-nya ia keluar dari kamarku menuju kamar Bapak tua itu. Sialan!, kepalaku terasa pening.

Begitulah penyakitku kalau libidoku tak tersalurkan. Beberapa saat lamanya aku menanti siapa tahu janda muda itu akan kembali ke kamarku. Tapi nampaknya ia sibuk mengurus orang tua pikun itu, sampai aku tertidur. Entah berapa lama aku terlelap, tiba-tiba aku merasa napasku sesak. Dadaku serasa tertindih suatu beban yang berat. Aku terbangun dan membuka mataku. Aku terbelalak, karena tampak sesosok tubuh putih mulus telanjang bulat menindih tubuhku. "Mbak Santi?", Tanyaku tergagap karena masih mengagumi keindahan tubuh mulus yang berada di atas tubuhku. Lekukan pinggulnya terlihat landai, dan perutnya terasa masih kencang. Buah dadanya yang lancip dan montok itu menindih dadaku yang masih terbalut piyama itu. Seketika, rasa kantukku hilang.

Mbak Santi tersenyum simpul ketika tangannya memegang celanaku dan merasakan betapa penisku sudah kembali menegang. "Kita tuntaskan ya Mbak?", Kataku sambil menyambut kuluman lidahnya. Sambil dalam posisi tertindih aku menanggalkan seluruh baju dan celanaku. Kegairahan yang sempat terputus itu, mendadak kembali lagi dan terasa bahkan lebih menggila. Kami berdua yang sudah dalam keadaan bugil saling meraba, meremas, mencium, merintih dengan keganasan yang luar biasa. Mbak Santi sudah tidak malu-malu lagi menggoyangkan pinggulnya di atas penisku sehingga bergesekan dengan vaginanya. Tidak lebih dari 5 menit, aku merasakan bahwa nafsu syahwat kami sudah kembali berada dipuncak. Aku tak ingin kehilangan momen lagi. Kubalikkan tubuh Santi, dan kutindih sehingga keempukan buah dadanya terasa benar menempel di dadaku. Perutku menggesek nikmat perutnya yang kencang, dan penisku yang sudah sangat menegang itu bergesekan dengan vaginanya.

"Mbak.., buka kakinya.., sekarang kamu akan merasakan sorganya dunia Mbak..", bisikku sambil mengangkangkan kedua pahanya. Sambil tersengal-sengal Santi membuka pahanya selebar-lebarnya. Ia tersenyum manis dengan mata sayunya yang penuh harap itu. "Ayo Pak.., masukkan sekarang�", Aku menempelkan kepala penisku yang besar itu di mulut vagina Santi Perlahan-lahan aku memasukkannya ke dalam, semakin dalam, semakin dalam dan, "aa.., Aooohh.., paakh�.., aahh..", rintihnya sambil membelalakkan matanya ketika hampir seluruh penisku kubenamkan ke dalam vaginanya. Setelah itu, "Blesss�", dengan sentakan yang kuat kubenamkan habis penisku diiringi jeritan erotisnya, "Ahh.., besarnyah.., ennnakk ppaak..".

Aku mulai memompakan penisku keluar masuk, keluar masuk. Gerakanku makin cepat dan cepat. Semakin cepat gerakanku, semakin keras jeritan Santi terdengar di kamarku. Pinggul janda muda itu pun berputar-putar dengan cepat mengikuti irama pompaanku. Kadang-kadang pinggulnya sampai terangkat-angkat untuk mengimbangi kecepatan naik turunnya pinggulku. Buah dadanya yang terlihat bulat dalam keadaan berbaring itu bergetar dan bergoyang ke sana ke mari. Sungguh menggairahkan! Tiba-tiba aku merasakan pelukannya semakin mengeras. Terasa kuku-kukunya menancap di punggungku. Otot-ototnya mulai menegang. Nafas perempuan itu juga semakin cepat. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, mulutnya terbuka, matanya terpejam,dan alisnya merengut "aahh..". Santi menjerit panjang seraya menjambak rambutku, dan penisku yang masih bergerak masuk keluar itu terasa disiram oleh suatu cairan hangat.

Dari wajahnya yang menyeringai, tampak janda muda itu tengah menghayati orgasmenya yang mungkin sudah lama tidak pernah ia alami itu. Aku tidak mengendurkan goyangan pinggulku, karena aku sedang berada di puncak kenikmatanku. "Mbak.., goyang terus Mbak.., aku juga mau keluar..". Santi kembali menggoyang pinggulnya dengan cepat dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuhku menegang. "Keluarkan di dalam saja pak", bisik Santi, "Aku masih pakai IUD". Begitu Santi selesai berbisik, aku melenguh. "Mbak.., aku keluar.., aku keluarr�., aahh..", dan..., "Crot.., crot.., crooot", kubenamkan penisku dalam-dalam di vagina perempuan itu. Seakan mengerti, Santi mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi sehingga puncak kenikmatan ini terasa benar hingga ke tulang sumsumku. Kami berdua terkulai lemas sambil memejamkan mata. Pikiran kami melayang-layang entah ke mana. Tubuhku masih menindih tubuh montok Santi.

Kami berdua masih saling berpelukan dan akupun membayangkan hari-hari penuh kenikmatan yang akan kualami sesudah itu di Bandung. Sejak kejadian malam itu, kesibukan di kantorku yang luar biasa membuatku sering pulang larut malam. Kepenatanku selalu membuatku langsung tertidur lelap. Kesibukan ini bahkan membuat aku jarang bisa berkomunikasi dengan Santi. Walaupun begitu, sering juga aku mempergunakan waktu makan siangku untuk mampir ke rumah dengan maksud untuk melakukan seks during lunch. Sayang, di waktu tersebut ternyata Ayah Heru senantiasa dalam keadaan bangun sehingga niatku tak pernah kesampaian. Namun suatu hari aku cukup beruntung walaupun orang tua itu tidak tidur. Aku mendapat apa yang kuinginkan.

Ceritanya sebagai berikut: Santi diminta oleh Ayah Heru untuk mengambil sesuatu di kamarnya. Melihat peluang itu, aku diam-diam mengikutinya dari belakang. Kamar ayah Heru memang tidak terlihat dari tempat di mana orang tua itu biasa duduk. Sesampainya di kamar kuraih pinggang semampai perawat itu dari belakang. Santi terkejut dan tertawa kecil ketika sadar siapa yang memeluknya dan tanpa basa-basi langsung menyambut ciumanku dengan bibirnya yang mungil itu sambil dengan buas mengulum lidahku. Ia memang sudah tidak malu-malu lagi seperti awal pertemuan kami. Janda cantik itu sudah menunjukkan karakternya sebagai seorang pecinta sejati yang tanpa malu-malu lagi menunjukkan kebuasan gairahnya. Kadang aku tidak mengerti, kenapa suaminya tega meninggalkannya.

Namun analisaku mengatakan, suaminya tak mampu mengimbangi gejolak gairah Santi di atas ranjang dan untuk menutupi rasa malu yang terus menerus terpaksa ia meninggalkan perempuan muda itu untuk hidup bersama dengan perempuan lain yang lebih 'low profile'. Aku memang belum sempat menanyakan pada Santi bagaimana ia menyalurkan kebutuhan biologisnya di saat menjanda. Aku berpikir, bawa masturbasi adalah jalan satu-satunya. Kami berdua masih saling berciuman dengan ganas ketika dengan sigap aku menyelipkan tanganku ke balik baju perawatnya yang putih itu. Sungguh terkejut ketika aku sadar bahwa ia sama sekali tidak memakai BH sehingga dengan mudahnya kuremas buah dada kanannya yang ranum itu. "Kok ngga pakai BH Mbak..?" Sambil menggelinjang dan mendesah, ia menjawab sambil tersenyum nakal. "Supaya gampang diremas sama kamu..".
Benar-benar jawaban yang menggemaskan! Kembali kukulum bibir dan lidahnya yang menggairahkan itu sambil dengan cepat kubuka kancing bajunya yang pertama, kedua, dan ketiga. Lalu tanpa membuang waktu kutundukkan kepalaku, dengan tangan kananku kukeluarkan buah dada kanannya dan kuhisap sedemikian rupa sehingga hampir setengahnya masuk ke dalam mulutku. Santi mulai mengerang kegelian, "Ouhh.., geli Mas.., geliii.., ahh..". Sejak kejadian malam itu, ia memang membiasakan dirinya untuk memanggilku Mas. Sambil menggelinjang dan merintih, tangan kanan Santi mulai mengelus-elus bagian depan celana kantorku. Penisku yang terletak tepat di baliknya terasa semakin menegang dan menegang. Jari-jari lentik perempuan itu berusaha untuk mencari letak kepala penisku untuk kemudian digosok-gosoknya dari luar celana.

Sensasi itu membuat nafasku semakin memburu seperti layaknya nafas kuda yang tengah berlari kencang. Seakan tak mau kalah darinya, tangan kiriku berusaha menyingkap rok janda muda itu dan dengan sigap kugosokkan jari-jemariku di celana dalamnya. Tepat diatas vaginanya, celana dalam Santi terasa sudah basah. Sungguh hebat! Hanya dalam beberapa menit saja, ia sudah sedemikian terangsangnya sehingga vaginanya sudah siap untuk dimasuki oleh penisku. Tanpa membuang waktu kuturunkan celana dalam tipis yang kali ini berwarna hitam, kudorong tubuh montok perawat itu ke dinding, lalu kuangkat paha kanannya sehingga dengkulnya menempel di pinggangku. Dengan sigap pula kubuka ritsluiting celanaku dan kukeluarkan penisku yang sudah sangat tegang dan besar itu. Santi sudah nampak pasrah.

Ia hanya bersender di dinding sambil memejamkan matanya dan memeluk bahuku. "Santiii.., mana minyak tawonnya.., kok lama betuul�". Suara orang tua itu terdengar dengan keras. Sungguh menjengkelkan. Santi sempat terkejut dan nampak panik ketika kemudian aku berbisik, "Tenang Mbak.., jawab aja.., kita selesaikan dulu ini.., kamu mau kan?" Ia mengangguk seraya tersenyum manis. "Sebentar Pak..", teriaknya. "Minyak tawonnya keselip entah ke mana.., ini lagi dicari kok�". Ia tertawa cekikikan, geli mendengar jawaban spontannya sendiri. Namun tawanya itu langsung berubah menjadi jerikan erotis kecil ketika kupukul-pukulkan kepala penisku ke selangkangannya. Perlahan-lahan kutempelkan kepala penisku itu di pintu vaginanya. Sambi kuputar-putar kecil kudorong pinggulku perlahan-lahan.

Santi ternganga sambil terengah-engah, "aahh.., aahh.., ouhh.., Mas.., besar sekali.., pelan-pelan Mas..pelan-pelanhh..", dan, "aa�". Santi menjerit kecil ketika kumasukkan seluruh penisku ke dalam vaginanya yang becek dan terasa sangat sempit dalam posisi berdiri ini. Aku menyodokkan penisku maju mundur dengan gerakan yang percepatannya meningkat dari waktu ke waktu. Tubuh Santi terguncang-guncang, buah dadanya bergayut ke kiri dan kanan dan jeritannya semakin menjadi-jadi. Aku sudah tak peduli kalau ayah Heru sampai mendengarkan jeritan perempuan itu. Nafsuku sudah naik ke kepala. Janda muda ini memang memiliki daya pikat seks yang luar biasa. Walaupun ia hanya seorang perawat, namun kemulusan dan kemontokan badannya sungguh setara dengan perempuan kota jaman sekarang. Sangat terawat dan nikmat sekali bila digesek-gesekkankan di kulit kita. Gerakan pinggulku semakin cepat dan semakin cepat.

Mulutku tak puas-puasnya menciumi dan menghisap puting buah dadanya yang meruncing panjang dan keras itu. Buah dadanya yang kenyal itu hampir seluruhnya dibasahi oleh air liurku. Aku memang sedang nafsu berat. Aku merasakan bahwa sebentar lagi aku akan orgasme dan bersamaan dengan itu juga tubuh Santi menegang. Kupercepat gerakan pinggulku dan tiba-tiba, "aahh.., Mas.., Masss�, aku keluarrr.., aahh", Jeritnya. Saat itu juga kusodokkan penisku ke dalam vagina janda muda itu sekeras-kerasnya dan, "Croot.., croott.., croooot". "Ahh..., Mbaak", erangku sambil meringis menikmati puncak orgasme kami yang waktunya jatuh bersamaan itu. Kami berpelukan sesaat dan Santi berbisik dengan suara serak. "Mas.., aku ngga pernah dipuasin laki-laki seperti kamu muasin saya.., kamu hebat..".

Aku tersenyum simpul. "Mbak., aku masih punya 1001 teknik yang bisa membuat kamu melayang ke surga ke-7.., ngga bosan kan kalo lain waktu aku praktekkan sama kamu?". Perlahan Santi menurunkan paha kanannya dan mencabut penisku dari vaginanya. "Bosan? Aku gila apa.., yang beginian ngga akan membuatku bosan.., kalau bisa tiap hari aku mau Mas..". Benar-benar luar biasa libido perempuan ini. Beruntung aku mempunyai libido yang juga luar biasa besarnya. Sebagai partner seks, kami benar-benar seimbang. Setelah kejadian siang itu, aku dan Santi seperti pengantin baru saja. Tak ada waktu luang yang tak terlewatkan tanpa nafsu dan birahi. Walaupun demikian, aku tekankan pada Santi, bahwa hubungan antara aku dan dia, hanyalah sebatas hubungan untuk memuaskan nafsu birahi saja. Aku dan dia punya hak untuk berhubungan dengan orang lain.

Santi si janda muda yang sudah merasakan kenikmatan seks bebas itu tentu saja menyetujuinya. Suatu hari, Santi masuk ke dalam kamarku dan ia berkata, "Mas, aku akan mengambil cuti selama 1 bulan. Aku harus mengurusi masalah tanah warisan di kampungku..". "Lha.., kalau Mbak pulang, siapa yang akan mengurusi Bapak?", tanyaku sambil membayangkan betapa kosongnya hari-hariku selama sebulan ke depan. "Mas Heru bilang, akan ada adik Bapak yang akan menggantikan aku selama 1 bulan.., namanya Mbak Nova.., dia ngga kimpoi.., umurnya sudah hampir 40 tahun.., orangnya baik kok.., cerewet.., tapi ramah..". Yah apa boleh buat, aku terpaksa kehilangan seorang teman berhubungan seks yang sangat menggairahkan. Hitung-hitung cuti 1 bulan.., atau kalau berpikir positif.., its time to look for a new partner!!! Hari ini adalah hari ke lima setelah kepergian Santi.

Mbak Nova, pengganti sementara Santi, ternyata adalah adik ipar ayah Heru. Jadi, adik istri si bapak tua itu. Mbak Nova adalah seorang perempuan Sunda yang ramah. Wajahnya lumayan cantik, kulitnya berwarna hitam manis, badannya agak pendek dan bertubuh montok. Ukuran buah dadanya besar. Jauh lebih besar dari Santi dan senantiasa berdandan agak menor. Wanita yang berumur hampir 40 tahun itu mengaku belum pernah menikah karena merasa bahwa tak ada laki-laki yang bisa cocok dengan sifatnya yang avonturir. Saat ini ia bekerja secara freelance di sebuah stasiun televisi sebagai penulis naskah. Kemampuan bergaulku dan keramahannya membuat kami cepat sekali akrab. Lagi-lagi, kamarku itu kini menjadi markas curhatnya Mbak Nova. "Panggil saya teh Nova aja deh..", katanya suatu kali dengan logat Bandungnya yang kental. "Kalau gitu panggil saya Dafa aja ya teh.., ngga usah pake pak pak-an segala..", balasku sambil tertawa.

Baru 5 hari kami bergaul, namun sepertinya kami sudah lama saling mengenal. Kami seperti dua orang yang kasmaran, saling memperhatikan dan saling bersimpati. Persis seperti cinta monyet ketika kita remaja. Saat itu seperti biasa, kami sedang ngobrol santai dari hati ke hati sambil duduk di atas ranjangku. Aku memakai baju kaos dan celana pendek yang ketat sehingga tanpa kusadari tekstur penis dan testisku tercetak dengan jelas. Bila kuperhatikan, beberapa kali tampak teh Nova mencuri-curi melirik selangkanganku yang dengan mudah dilihatnya karena aku duduk bersila. Aku sengaja membiarkan keadaan itu berlangsung. Malah kadang-kadang dengan sengaja aku meluruskan kedua kakiku dengan posisi agak mengangkang sehingga cetakan penisku makin nyata saja di celanaku. Sesekali, ditengah obrolan santai itu, tampak teh Nova melirik selangkanganku yang diikuti dengan nafasnya yang tertahan.

Kenapa aku melakukan hal ini? Karena libidoku yang luar biasa, aku jadi tertantang untuk bisa meniduri teh Nova yang aku yakini sudah tak perawan lagi karena sifatnya yang avonturir itu. Dan lagi, dari sifatnya yang ramah, ceria, cerewet dan petualang itu, aku yakin di balik tubuh montok perempuan setengah baya tersimpan potensi libido yang tak kalah besar dengan Santi. Juga, gayanya dalam bergaul yang mudah bersentuhan dan saling memegang lengan sering membuat darahku berdesir. Apalagi kalau aku sedang dalam keadaan libido tinggi. Saat ini, teh Nova mengenakan daster berwarna putih tipis sehingga tampak kontras dengan warna kulitnya yang hitam manis itu. Belahan buah dadanya yang besar itu menyembul di balik lingkaran leher yang berpotongan rendah di bagian dada. Dasternya sendiri berpola terusan hingga sebatas lutut sehingga ketika duduk, pahanya yang montok itu terlihat dengan jelas.

Aku selalu berusaha untuk bisa mengintip sesuatu yang terletak di antara kedua paha teh Nova. Namun karena posisi duduknya yang selalu sopan, aku tak dapat melihat apa-apa. Bukan main! Ternyata seorang wanita berusia 40-an masih mempunyai daya tarik sexual yang tinggi. Terus terang, baru kali ini aku berani berfantasi mengenai hubungan seks dengan teh Nova. Sementara ia bercerita tentang masa mudanya, pikiranku malah melayang dan membayangkan tubuh teh Nova sedang duduk di hadapanku tanpa selembar benangpun. Alangkah menggairahkannya. Aku seperti bisa melihat dengan jelas seluruh lekuk tubuhnya yang mulus tanpa cacat. Tanpa sadar, penisku menegang dan cairan madzi di ujungnya pun mulai keluar. Celanaku tampak basah di ujung penisku, dan cetakan penis serta testisku semakin jelas saja tercetak di selangkangan celanaku. Membesarnya penisku ternyata tak lepas dari perhatian teh Nova.

Tampak jelas terlihat matanya terbelalak melihat ukuran penisku yang membesar dan tercetak jelas di celana pendekku. Obrolan kami mendadak terhenti karena beberapa saat teh Nova masih terpaku pada selangkanganku. "Kunaon teh..?", tanyaku memancing. "Eh.., enteu.., kamu teh mikirin apa sih�?", katanya sambil tersenyum simpul. "Mikirin teh Nova teh.., entah kenapa barusan saya membayangkan teh Nova nggak pakai apa-apa.., aduh indahnya teh..", tiba-tiba saja jawaban itu meluncur dari mulutku. Aku sendiri terkejut dengan jawabanku yang sangat terus terang itu dan sempat membuatku terpaku memandang wajah teh Nova. Wajah teh Nova tampak memerah mendengar jawabanku itu. Napasnya mendadak memburu. Tiba-tiba teh Nova bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Ia menutup pintu kamarku dan menguncinya.

Leherku tercekat, dan kurasakan jantungku berdegup semakin kencang. Dengan tersenyum dan sorot mata nakal ia menghampiriku dan duduk tepat di hadapan selangkanganku. Aku memang sedang dalam posisi selonjor dengan kedua kaki mengangkang. "Fa, kamu pingin sama teteh..? Hmm?", Desahnya seraya meraba penis tegangku dari luar celana. Aku menelan ludah sambil mengangguk perlahan dan tersenyum. Entah mengapa, aku jadi gugup sekali melihat wajah teh Nova yang semakin mendekat ke wajahku. Tanpa sadar aku menyandarkan punggungku ke tembok di ujung ranjang dan teh Nova menggeser duduknya mendekatiku sambil tetap menekan dan membelai selangkanganku. Nafas teh Nova yang semakin cepat terasa benar semakin menerpa hidung dan bibirku. Rasa nikmat dari belaian jemari teh Nova di selangkanganku semakin terasa keujung syaraf-syarafku. Napasku mulai memburu dan tanpa sadar mulutku mulai mengeluarkan suara erangan-erangan.

Dengan lembut teh Nova menempelkan bibirnya di atas bibirku. Ia memulainya dengan mengecup ringan, menggigit bibir bawahku, dan tiba-tiba.., lidahnya memasuki mulutku dan berputar-putar di dalamnya dengan cepat. Langit-langit mulutku serasa geli disapu oleh lidah panjang milik perempuan setengah baya yang sangat menggairahkan itu. Aku mulai membalas ciuman, gigitan, dan kuluman teh Nova. Sambil berciuman, tangan kananku kuletakkan di buah dada kiri teh Nova. Uh.., alangkah besarnya.., walaupun masih ditutupi oleh daster, keempukan dan kekenyalannya sudah sangat terasa di telapak tanganku. Dengan cepat kuremas-remas buah dada teh Nova itu, "Emph.., emph..", rintihnya sambil terus mengulum lidahku dan menggosok-gosok selangkanganku. Mendadak teh Nova menghentikan ciumannya.

Ia menahan tanganku yang tengah meremas buah dadanya dan berkata, "Fa, sekarang kamu diam dulu yah.., biar teteh yang duluan..". Tiba-tiba dengan cepat teh Nova menarik celana pendekku sekalian dengan celana dalamku. Saking cepatnya, penisku yang menegang melejit keluar. Sejenak teh Nova tertegun menatap penisku yang berdiri tegak laksana tugu monas itu. "Gusti Dafa.., ageung pisan..", bisiknya lirih. Dengan cepat teh Nova menundukkan kepalanya, dan seketika tubuhku terasa dialiri oleh aliran listrik yang mengalir cepat ketika mulut teh Nova hampir menelan seluruh penisku. Terasa ujung penisku itu menyentuh langit-langit belakang mulut teh Nova. Dengan sigap teh Nova memegang penisku sementara lidahnya memelintir bagian bawahnya. Kepala teh Nova naik turun dengan cepat mengiringi pegangan tangannya dan puntiran lidahnya. Aku benar-benar merasa melayang di udara ketika teh Nova memperkuat hisapannya.

Aku melirik ke arah kaca riasku, dan di sana tampak diriku terduduk mengangkang sementara teh Nova dengan dasternya yang masih saja rapi merunduk di selangkanganku dan kepalanya bergerak naik turun. Suara isapan, jilatan dan kecupan bibir perempuan montok itu terdengar dengan jelas. Kenikmatan ini semakin menjadi-jadi ketika kurasakan teh Nova mulai meremas-remas kedua bola testisku secara bergantian. Perutku serasa mulas dan urat-urat di penisku serasa hendak putus karena tegangnya. Teh Nova tampak semakin buas menghisapi penisku seperti seseorang yang kehausan di padang pasir menemukan air yang segar. Jari-jemarinya pun semakin liar mempermainkan kedua testisku. "Slurrp.., Cuph.., Mphh..". Suara kecupan-kecupan di penisku semakin keras saja. Nafsuku sudah naik ke kepala. Aku berontak untuk berusaha meremas kedua buah dada montok dan besar milik wanita lajang berusia setengah baya itu, namun tangan teh Nova dengan kuat menghalangi tubuhku dan iapun semakin gila menghisapi dan menjilati penisku.

Aku mulai bergelinjang-gelinjang tak karuan. "Teh Nova.., teeeh�, gantian dongg.., please.., saya udah ngga kuaat�, aahh.., sss..", erangku seakan memohon. Namun permintaanku tak digubrisnya. Kedua tangan dan mulutnya semakin cepat saja mengocok penisku. Terasa seluruh syaraf-syarafku semakin menegang dan menegang, degup jantungku berdetak semakin kencang.. napaskupun makin memburu. "Oohh..., Teh Nova.., Teh Novaaa..., aahh�.", Aku berteriak sambil mengangkat pinggulku tinggi-tinggi dan, "Crit.., criiit.., criiiiiiit", aku memuncratkan spermaku di dalam mulut teh Nova. Dengan sigap pula teh Nova menelan dan menjilati spermaku seperti seorang yang menjilati es krim dengan nikmatnya.

Setiap jilatan teh Nova terasa seperti setruman-setruman kecil di penisku. Aku benar-benar menikmati permainan ini.., luar biasa teh Nova, "Enak Fa..? Hmm?", teh Nova mengangkat kepalanya dari selangkanganku dan menatapku dengan senyum manisnya, tampak di seputar mulutnya banyak menempel bekas-bekas spermaku. "Fuhh nikmatnya sperma kamu Fa.." Bisiknya mesra seraya menjilat sisa-sisa spermaku di bibirnya. "Obat awet muda ya teh..", kataku bercanda. "Yaa gitulah..., antosan sekedap nya? Biar teteh ambilkan minum buat kamu". Oh my God.., benar-benar seorang wanita yang penuh pengabdian, dia belum mengalami orgasme apa-apa tapi perhatiannya pada pasangan lelakinya luar biasa besar, sungguh pasangan seks yang ideal! Kenyataan itu saja membuat rasa simpati dan birahiku pada teh Nova kembali bergejolak.

Teh Nova kembali dari luar membawa segelas air. "Minum deh.., biar kamu segeran..". "Nuhun teh.., tapi janji ya abis ini giliran saya muasin teteh..". Aku meneguk habis air dingin buatan teh Nova dan saat itu pula aku merasakan kejantananku kembali. Birahiku kembali bergejolak melihat tubuh montok teh Nova yang ada di hadapanku. Aku meraih tangan teh Nova dan dengan sekali betot kubaringkan tubuhnya yang molek itu di atas ranjang. "Eeehh.., pelan-pelan Fa..", teriak teh Nova dengan geli. "Teteh mau diapain sih� ", lanjutnya manja. Tanpa menjawab, aku menindih tubuh montok itu, dan sekejap kurasakan nikmatnya buah dada besar itu tergencet oleh dadaku. Juga, syaraf-syaraf sekitar pinggulku merasakan nikmatnya penisku yang menempel dengan gundukan vaginanya walaupun masih ditutupi oleh daster dan celana dalamnya.

Kupandangi wajah teh Nova yang bundar dan manis itu. Kalau diperhatikan, memang sudah terdapat kerut-kerut kecil di daerah mata dan keningnya. Tapi peduli setan! Teh Nova adalah seorang wanita setengah baya yang paling menggairahkan yang pernah kulihat. Pancaran aura sexualnya sungguh kuat menerangi sanubari lelaki yang memandangnya. "Teteh mau tau apa yang ingin saya lakukan terhadap teteh?", Kataku sambil tersenyum. "Saya akan memperkosa teteh sampai teteh ketagihan". Lalu dengan ganas, aku memulai menciumi bibir dan leher teh Nova. Teh Nova pun dengan tak kalah ganasnya membalas ciuman-ciumanku.

Keganasan kami berdua membuat suasana kamarku menjadi riuh oleh suara-suara kecupan dan rintihan-rintihan erotis. Dengan tak sabar aku menarik ritsluiting daster teh Nova, kulucuti dasternya, BH-nya, dan yang terakhir.., celana dalamnya. Wow.., sebuah gundukan daging tanpa bulu sama sekali terlihat sangat menantang terletak di selangkangan teh Nova. My God.., alangkah indahnya vagina teh Nova itu.., tak pernah kubayangkan bahwa ia mencukur habis bulu kemaluannya. "Kamu juga buka semua dong Fa", rengeknya sambil menarik baju kaosku ke atas. Dalam sekejap, kami berdua berdua berpelukan dan berciuman dengan penuh nafsu dalam keadaan bugil! Sambil menindih tubuhnya yang montok itu, bibirku menyelusuri lekuk tubuh teh Nova mulai dari bibir, kemudian turun ke leher, kemudian turun lagi ke dada, dan terus ke arah puting susu kirinya yang berwarna coklat kemerah-merahan itu.

Alangkah kerasnya puting susunya, alangkah lancipnnya.., dan mmhh.., seketika itu juga kukulum, kuhisap dan kujilat puting kenyal itu.., karena gemasnya, sesekali kugigit juga puting itu. "Auuhh.., Fa.., gellii.., sss.., ahh", rintihnya ketika gigitanku agak kukeraskan. Badan montoknya mulai menggelinjang-gelinjang ke sana kemari.., dan mukanya menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan. Sambil menghisap, tangan kananku merayap turun ke selangkangannya. Dengan mudah kudapati vaginanya yang besar dan sudah sangat becek sekali. Akupun dengan sigap memain-mainkan jari tenganku di pintu vaginanya. "Crks.., crks.., crks", terdengar suara becek vagina teh Nova yang berwarna lebih putih dari kulit sekitarnya.

Ketika jariku mengenai gundukan kecil daging yang mirip dengan sebutir kacang, ketika itu pula wanita setengah baya itu menjerit kecil. "Ahh.., geli Fa.., gelli", Putaran jariku di atas clitoris teh Nova dan hisapanku pada kedua puting buah dadanya makin membuat lajang montok berkulit hitam manis itu semakin bergelinjang dengan liar. "Fa.., masukin sekarang Fa.., sekarang.., please.., teteh udah nggak tahan..ahh..". Kulihat wajah teh Nova sudah meringis seperti orang kesakitan. Ringisan itu untuk menahan gejolak orgasmenya yang sudah hampir mencapai puncaknya. Dengan sigap kuarahkan penisku ke vagina montok milik teh Nova.., kutempelkan kepala penisku yang besar tepat di bawah clitorisnya, kuputar-putarkan sejenak dan teh Nova meresponnya dengan mengangkangkan pahanya selebar-lebarnya untuk memberi kemudahan bagiku untuk melakukan penetrasi.., saat itu pula kusodokkan pantatku sekuat-kuatnya dan, "Blesss", masuk semuanya! "Aahh�." Teh Nova menjerit panjang.., "Besar betul Fa.., auhh�., besar betuull..., duh gusti enaknya.., aahh..".

Dengan penuh keganasan kupompa penisku keluar masuk vagina teh Nova. Dan iapun dengan liarnya memutar-mutar pinggulnya di bawah tindihanku. Astaga.., benar-benar pengalaman yang luar biasa! Bahkan keliaran teh Nova melebihi ganasnya Mbak Santi.., luar biasa! Kedua tubuh kami sudah sangat basah oleh keringat yang bercampur liur. Kasurkupun sudah basah di mana-mana oleh cairan mani maupun lendir yang meleleh dari vagina teh Nova, namun entah kekuatan apa yang ada pada diri kami..., kami masih saling memompa, merintih, melenguh, dan mengerang. Bunyi ranjangkupun sudah tak karuan.., "Kriet.., kriet.., krieeet", sesuai irama goyangan pinggul kami berdua.

Penisku yang besar itu masih dengan buasnya menggesek-gesek vagina teh Nova yang terasa sempit namun becek itu. Setelah lebih dari 15 menit kami saling memompa, tiba-tiba kurasakan seluruh tubuh teh Nova menegang. "Fa.., Faa.., Teteh mau keluar..". "Iya teh, saya juga.., kita keluar sama-sama teh�", Goyanganku semakin kupercepat dan pada saat yang bersamaan kami berdua saling berciuman sambil berpelukan erat.., aku menancapkan penisku dalam-dalam dan teh Nova mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi..., "Crat.., crat.., crat.., crat", kami berdua mengerang dengan keras sambil menikmati tercapainya orgasme pada saat yang bersamaan. Kami sudah tak peduli bila seisi rumah akan mendengarkan jeritan-jeritan kami, karena aku yakin teh Nova pun tak pernah merasakan kenikmatan yang luar biasa ini sepanjang hidupnnya. "Ahh.., Fa.., kamu hebaat.., kamu hebaathh.., hh.., Teteh ngga pernah ngerasain kenikmatan seperti ini". "Saya juga teh.., terima kasih untuk kenikmatan ini..", Kataku seraya mengecup kening teh Nova dengan mesra. "Mau tau suatu rahasia Fa?", tanyanya sambil membelai rambutku, "Teteh sudah lima tahun tidak bersentuhan dengan laki-laki.., tapi entah kenapa, dalam 5 hari bergaul dengan kamu.., teteh tidak bisa menahan gejolak birahi teteh.., ngga tau kenapa.., kamu itu punya aura seks yang luar biasa..". Teh Nova bangkit dari ranjangku dan mengambil sesuatu dari kantong dasternya.

Sebutir pil KB. "Seperti punya firasat, teteh sudah minum pil ini sejak 3 hari yang lalu..", katanya tersenyum, "Dan akan teteh minum selama teteh ada di sini..", Teh Nova mengerdipkan matanya padaku dengan manja sambil memakai dasternya. "Selamat tidur sayang�", Teh Nova melangkah keluar dari kamarku. Teh Nova memang luar biasa. Ia bukan saja dapat menggantikan kedudukan Santi sebagai partner seks yang baik, tetapi juga memberi sentuhan-sentuhan kasih sayang keibuan yang luar biasa. Aku benar-benar dimanja oleh wanita setengah baya itu. Fantasi sexualnya juga luar biasa. Mungkin itu pengaruh dari pekerjaannya sebagai penulis cerita drama. Coba bayangkan, ia pernah memijatku dalam keadaan bugil, kemudian sambil terus memijat ia bisa memasukkan penisku ke dalam vaginanya, dan aku disetubuhi sambil terus menikmati pijatan-pijatannya yang nikmat. Ia juga pernah meminta aku untuk menyetubuhinya di saat ia mandi pancuran di kamar mandi dan kami melakukannya dengan tubuh licin penuh sabun. Dan yang paling sensasional adalah.., Sore itu aku sudah berada di rumah. Karena load pekerjaan di kantorku tidak begitu tinggi, aku sengaja pulang cepat.

Selesai mandi aku duduk di meja makan sambil menikmati pisang goreng buatan teh Nova. Perempuan binal itu memang luar biasa. Ia melayaniku seperti suaminya saja. Segala keperluan dan kesenanganku benar-benar diperhatikan olehnya. Seperti biasa, aku mengenakan baju kaos buntung dan celana pendek longgar kesukaanku dan (seperti biasa juga) aku tidak menggunakan celana dalam. Kebiasaan ini kumulai sejak adanya teh Nova di rumah ini, karena bisa dipastikan hampir tiap hari aku akan menikmati tubuh sintal adik ipar ayah si Heru itu. Sore itu sambil menikmati pisang goreng di meja makan, aku bercakap-cakap dengan ayah Heru. Orang tua itu duduk di pojok ruangan dekat pintu masuk untuk menikmati semilirnya angin sore kota Bandung. Jarak antara aku dengannya sekitar 6 meter. Sambil bercakap-cakap mataku tak lepas dari teh Nova yang mondar mandir menyediakan hidangan sore bagi kami. Entah ke mana PRT kami saat itu.

Teh Nova mengenakan celana pendek yang ditutupi oleh kaos bergambar Mickey Mouse berukuran ekstra besar sehingga sering tampak kaos itu menutupi celana pendeknya yang memberi kesan teh Nova tidak mengenakan celana. Aku berani bertaruh perempuan itu tidak menggunakan BH karena bila ia berjalan melenggang, tampak buah dadanya bergayut ke atas ke bawah, dan di bagian dadanya tercetak puting buah dadanya yang besar itu. Tanpa sadar batang penisku mulai membesar. Setelah selesai dengan kesibukannya, teh Nova duduk di sebelah kiriku dan ikut menikmati pisang goreng buatannya. Kulihat ia melirik ke arahku sambil memasukkan pisang goreng perlahan-lahan ke dalam mulutnya. Sambil mengerdipkan matanya, ia memasukkan dan mengeluarkan pisang goreng itu dan sesekali menjilatnya. Sambil terus berbasa basi dengan orang tua Heru, aku menelan ludah dan merasakan bahwa urat-urat penisku mulai mengeras dan kepala penisku mulai membesar.

Tiba-tiba kurasakan jari-jemari kanan teh Nova menyentuh pahaku. Lalu perlahan-lahan merayap naik sampai di daerah penisku. Dengan gemas teh Nova meremas penis tegangku dari luar celanaku sehingga membuat cairan beningku membuat tanda bercak di celanaku. Setelah beberapa lama meremas-remas, tangan itu bergerak ke daerah perut dan dengan cepat menyelip ke dalam celana pendekku. Aku sudah tidak tahu lagi apa isi percakapan orang tua Heru itu. Beberapa kali ia mengulangi pertanyaannya padaku karena jawabanku yang asal-asalan. Degup jantungku mulai meningkat. Jemari lentik itu kini sudah mencapai kedua bolaku. Dengan jari telunjuk dan tengah yang dirapatkan, perempuan lajang itu mengelus-elus dan menelusuri kedua bolaku.., mula-mula berputar bergantian kiri dan kanan kemudian naik ke bagian batang.., terus bergerak menelusuri urat-urat tegang yang membalut batang kerasku itu, "sss..., teteh..". Aku berdesis ketika kedua jarinya itu berhenti di urat yang terletak tepat di bawah kepala penisku.., itu memang daerah kelemahanku.., dan perempuan sintal ini mengetahuinya.., kedua jemarinya menggesek-gesekkan dengan cepat urat penisku itu sambil sesekali mencubitnya. "aahh...", erangku ketika akhirnya penisku masuk ke dalam genggamannya. "Kenapa Dafa?", Orang tua yang duduk agak jauh di depanku itu mengira aku mengucapkan sesuatu. "E.., ee..., ndak apa-apa Pak..", Jawabku tergagap sambil kembali meringis ketika teh Nova mulai mengocok penisku dengan cepat.

Gila perempuan ini! Dia melakukannya di depan kakaknya sendiri walaupun tidak kelihatan karena terhalang meja. "Saya cuma merasa segar dengan udara Bandung yang dingin ini..", Jawabku sekenanya. "Ooo begitu.., saya pikir kamu sakit perut.., habis tampangmu meringis-meringis begitu..", Orang tua itu terkekeh sambil memalingkan mukanya ke jalan raya. Begitu kakaknya berpaling, teh Nova dengan cepat merebahkan kepalanya ke pangkuanku sehingga dari arah ayah Heru, teh Nova tak tampak lagi. Dengan cepat tangannya memelorotkan celanaku sehingga penisku yang masih digenggamnya dengan erat itu terasa dingin terterpa angin. Sejenak perempuan itu memandang penis besarku itu.., ia selalu memberikan kesempatan pada matanya untuk menikmati ukuran dan kekokohannya. Kemudian teh Nova menjulurkan lidahnya dan mulai menjilat mengelilingi lubang penisku.., kemudian ia memasukkan ujung lidahnya ke ujung lubang penisku dan mengecap cairan beningku.., lalu lidahnya diturunkan lagi-lagi ke urat di bawah penisku.

Aku mulai menggelinjang-gelinjang tak karuan, walaupun dengan hati-hati takut ketahuan oleh kakak teh Nova yang duduk di depanku. Tanganku mulai meraba-raba buah dadanya yang besar itu dan meremasnya dengan gemas, "sss.., teeehh..", desisku agak keras ketika perempuan itu dengan kedua bibirnya menyedot urat di bawah kepala penisku itu.., sementara tangannya meremas-remas kedua bolaku..., aawwww nikmatnya..., aku begitu terangsang sehingga seluruh pori-pori kulitku meremang dan mukaku berwarna merah. Aku sudah dalam tahap ingin menindih dan sesegera mungkin memasukkan penisku ke dalam vagina perempuan ini tapi semua itu tak mungkin kulakukan di depan kakaknya yang masih duduk di depanku menikmati lalu lalang kendaraan di depan rumahnya. Tiba-tiba bibir teh Nova bergerak dengan cepat ke kepala penisku.., sambil terus kupermainkan putingnya kulihat ia membuka mulutnya dengan lebar dan tenggelamlah seluruh penisku ke dalam mulutnya.

Aku kembali mendesis dan meringis sambil tetap duduk di meja makan mendengarkan ocehan orang tua Heru yang kembali mengajakku berbincang. Mulut teh Nova dengan cepat menghisap dan bergerak maju mundur di penisku. Tanganku menarik dasternya ke atas dari arah punggung sehingga terlihatlah pantatnya yang mulus tidak ditutupi oleh selembar benangpun. Aku ingin menjamah vaginanya, ingin rasanya kumasukkan jari-jariku dengan kasar ke dalamnya dan kukocok-kocok dengan keras tapi aku sudah tak kuat lagi. Jilatan lidah, kecupan, dan sedotan teh Nova di penisku membuat seluruh syarafku menegang. Tiba-tiba kujambak rambut teh Nova dan kutekan sekuat-kuatnya sehingga seluruh penisku tenggelam ke dalam mulutnya. Kurasakan ujung penisku menyentuh langit-langit tenggorokan teh Nova dan, "Creeet..., creeett..., creeettt", menyemburlah cairan maniku ke mulut teh Nova.

"Ahh..., aahh.., aahh.., tetteeehh...", Aku meringis dan mendesis keras ketika cairan maniku bersemburan ke dalam mulut teh Nova. Perempuan itu dengan lahap menjilati dan menelan seluruh cairanku sehingga penisku yang hampir layu kembali sedikit menegang karena terus-terusan dijilat. Aku memejamkan mataku.., gilaa.., permainan ini benar-benar menakjubkan. Ada rasa was-was karena takut ketahuan, tapi rasa was-was itu justru meningkatkan nafsuku. Teh Nova memandang penisku yang sudah agak mengecil namun tetap saja dalam posisi tegak. "Luar biasa...", Bisiknya, "Siap-siap nanti malam yah?" Katanya sambil bangkit dan beranjak ke dapur. Aku cukup kagum dengan prestasi yang kucapai di rumah ini. Baru 2 bulan di Bandung, aku sudah bisa meniduri 2 orang wanita yang sudah lama tidak pernah menikmati sentuhan lelaki. Dan wanita-wanita itu, aku yakin akan selalu termimpi-mimpi akan besar dan nikmatnya gesekan penisku di dalam vagina mereka. Not bad!!