Vagina adalah alat kelamin wanita dan vagina juga merupakan saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus ke bagian luar tubuh pada mamalia dan marsupilia betina, atau ke kloaka pada burung betina, monotrem, dan beberapa jenis reptil. Serangga dan beberapa jenis invertebrata juga memiliki vagina, yang merupakan bagian akhir dari oviduct. Vagina merupakan alat reproduksi pada mamalia betina, seperti halnya penis pada mamalia jantan.
1. Mutasyahhimah. Yaitu perempuan yang vaginanya dipenuhi lemak. Perempuan semacam ini tidak mendapatkan kenikmatan kecuali dari penis yang panjang sehingga bisa mencapai jarak terjauh.
2. Lizqah. Yaitu perempuan yang vaginanya termakan oeh daerah-daerah yang ada di sekitarnya. Lemak di dalamnya sedikit. Dan daging yang tersisa menempel dan menggantung pada bagian atasnya. Perempuan semacam ini menyukai penis yang diameternya lebar.
3. Qa�ra. Yaitu perempuan yang vaginanya cekung karena syahwatnya yang besar dan nafsunya yang melampaui batas. Penis yang paling disukainya adalah yang diameternya lebar dan kepalanya besar agar dapat memenuhi tempat-tempat yang ada di dalam dan mengalirkan nikmat kepadanya.
4. Jaufa. Yaitu perempuan yang sisi-sisi vaginanya berongga dan jarak antara kedua bibir serta sudut-sudutnya jauh. Vagina semacam ini tidak dapat dipenuhi kecuali oleh penis yang panjang dan besar. Biasanya dimiliki oleh perempuan yang tinggi.
5. Mutkhamah. Yaitu perempuan yang bagian bawah dan bagian atas vaginanya sama. Syahwatnya kecil dan orgasmenya cepat. Perempuan semacam ini menyukai laki-laki yang goyangannya kuat dan orgasmenya cepat.
6. Syafra�. Yaitu perempuan yang daging kedua sisi vaginanya tipis. Perempuan semacam ini menyukai penis yang panjang dan kecil.
7. Munhaniqah. Yaitu perempuan yang dinding-dinding vaginanya tebal pada bagian luar dan kurang berisi pada bagian dalam sehingga syahwat tertahan di dalamnya. Perempuan semacam ini menyukai penis yang besar dan diameternya lebar, urat-uratnya keras dan kepalanya sangat besar.
Tampilkan postingan dengan label perawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perawan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Mei 2013
Jenis - Jenis Vagina lengkap Gambar dan keunggulannya
Label:
baby pussy,
cewek,
jenis vagina,
manfaat,
perawan,
perempuan,
wanita
Kamis, 28 Juni 2012
Tips Agar Seks Malam Pertama Gak Terasa Sakit
KUNCI MENGHINDARI SAKIT DI MALAM PERTAMA
Kebanyakan wanita merasa kesakitan saat pertama kali bersenggama. Namun seks pada malam pertama tidak selamanya menyakitkan jika teknik yang dilakukan kedua belah pihak tepat. Agar tidak sakit, wanita butuh kesiapan psikologi dan rangsangan yang jitu.
Ketika melakukan seks untuk pertama kalinya, ada wanita yang merasa sakit pada bagian vaginanya ada juga yang tidak. Perbedaan itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang hymen (selaput dara) wanita tersebut saat bersenggama. Hymen atau selaput dara adalah selaput membran yang melindungi bagian depan vagina. Selaput dara tidak hanya bisa robek karena melakukan hubungan seksual, tapi juga karena berkuda atau kecelakaan yang melukai daerah tersebut.
Nyeri di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi tidak keluar. Cairan lubrikasi pada wanita hanya akan keluar jika ia merasa terangsang, tapi jika ia sedang stres atau tegang, cairan itu tidak akan keluar.
Pakar andrologi dan seksolog, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS mengatakan bahwa rasa sakit seharusnya tidak muncul saat melakukan seks jika wanita sudah siap dan terangsang. "Intinya kan hanya masalah siap atau tidak siap dan terangsang atau tidak terangsang saja. Kalau wanita sudah siap dan terangsang, pasti tidak akan sakit," ujar Prof Wimpie.
Sakit saat berhubungan seksual juga bisa dicegah jika pria tidak tergesa-gesa melakukan penetrasi. "Sebaiknya atur posisi dengan baik, lebih baik lagi jika wanita yang mengarahkan. Jika pria terlalu bergairah melakukan penetrasi sedangkan wanita belum siap, maka bisa terjadi pendarahan karena robeknya selaput dara," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat.
Namun yang harus diketahui, robeknya selaput dara tidak harus mengeluarkan darah. "Selaput dara yang robek tidak selamanya ditandai dengan pendarahan. Kalau selama penetrasi wanita merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan," tutur Prof Wimpie.
Menurut Wimpie, ketika seorang wanita terangsang, aliran darahnya akan mengalir dengan cepat dan lancar. Hal ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar, termasuk pembuluh darah pada bagian vagina. Pelebaran inilah yang menentukan tegang atau tidaknya selaput dara.
Selaput dara yang tidak tegang akan dengan mudah dimasuki penis tanpa mengeluarkan darah. Jadi jika seorang wanita tidak mengeluarkan darah saat malam pertama, suami jangan langsung memvonis dan menduga bahwa istrinya sudah tidak perawan. "Justru yang bagus seperti itu, nggak sakit atau berdarah. Wanita bisa saja tidak berdarah saat terjadi penetrasi dan selaput daranya robek," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut. Jika tidak berdarah, artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik.
Untuk menghindari rasa sakit saat berhubungan seksual, Prof Wimpie menyarankan agar kedua belah pihak saling mengerti. Pria jangan tergesa-gesa dan wanita sebaiknya mempersiapkan diri. Jangan lupa lakukan foreplay (pemanasan) mulai dari yang paling ringan seperti memeluk, mencium, meraba, memijat dan sebagainya.
Kebanyakan wanita merasa kesakitan saat pertama kali bersenggama. Namun seks pada malam pertama tidak selamanya menyakitkan jika teknik yang dilakukan kedua belah pihak tepat. Agar tidak sakit, wanita butuh kesiapan psikologi dan rangsangan yang jitu.
Ketika melakukan seks untuk pertama kalinya, ada wanita yang merasa sakit pada bagian vaginanya ada juga yang tidak. Perbedaan itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang hymen (selaput dara) wanita tersebut saat bersenggama. Hymen atau selaput dara adalah selaput membran yang melindungi bagian depan vagina. Selaput dara tidak hanya bisa robek karena melakukan hubungan seksual, tapi juga karena berkuda atau kecelakaan yang melukai daerah tersebut.
Nyeri di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi tidak keluar. Cairan lubrikasi pada wanita hanya akan keluar jika ia merasa terangsang, tapi jika ia sedang stres atau tegang, cairan itu tidak akan keluar.
Pakar andrologi dan seksolog, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS mengatakan bahwa rasa sakit seharusnya tidak muncul saat melakukan seks jika wanita sudah siap dan terangsang. "Intinya kan hanya masalah siap atau tidak siap dan terangsang atau tidak terangsang saja. Kalau wanita sudah siap dan terangsang, pasti tidak akan sakit," ujar Prof Wimpie.
Sakit saat berhubungan seksual juga bisa dicegah jika pria tidak tergesa-gesa melakukan penetrasi. "Sebaiknya atur posisi dengan baik, lebih baik lagi jika wanita yang mengarahkan. Jika pria terlalu bergairah melakukan penetrasi sedangkan wanita belum siap, maka bisa terjadi pendarahan karena robeknya selaput dara," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat.
Namun yang harus diketahui, robeknya selaput dara tidak harus mengeluarkan darah. "Selaput dara yang robek tidak selamanya ditandai dengan pendarahan. Kalau selama penetrasi wanita merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan," tutur Prof Wimpie.
Menurut Wimpie, ketika seorang wanita terangsang, aliran darahnya akan mengalir dengan cepat dan lancar. Hal ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar, termasuk pembuluh darah pada bagian vagina. Pelebaran inilah yang menentukan tegang atau tidaknya selaput dara.
Selaput dara yang tidak tegang akan dengan mudah dimasuki penis tanpa mengeluarkan darah. Jadi jika seorang wanita tidak mengeluarkan darah saat malam pertama, suami jangan langsung memvonis dan menduga bahwa istrinya sudah tidak perawan. "Justru yang bagus seperti itu, nggak sakit atau berdarah. Wanita bisa saja tidak berdarah saat terjadi penetrasi dan selaput daranya robek," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut. Jika tidak berdarah, artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik.
Untuk menghindari rasa sakit saat berhubungan seksual, Prof Wimpie menyarankan agar kedua belah pihak saling mengerti. Pria jangan tergesa-gesa dan wanita sebaiknya mempersiapkan diri. Jangan lupa lakukan foreplay (pemanasan) mulai dari yang paling ringan seperti memeluk, mencium, meraba, memijat dan sebagainya.
Label:
aksi wanita,
berdarah,
berita pria,
menikah,
perawan,
robek,
seksual,
selaput dara,
suami istri,
tegang,
terangsang,
tips malam pertama
Kamis, 31 Mei 2012
Ada Kecenderungan, Seks Diawali pada Usia Belasan Tahun
Banyak wanita yang kehilangan keperawanan saat usia menginjak 17-an tahun dan mulai sering melakukan seks di usia 25-an tahun. Sementara para pria, rata-rata hilang keperjakaan saat usia 18-an tahun dan mulai aktif bercinta di usia 29. Demikian menurut survey dari situs LoveHoney.
Survey juga menemukan, Usia 28 tahun adalah waktu yang terbaik bagi wanita untuk mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan seksualnya. Sementara bagi pria, usia 33 tahun adalah masa keemasan untuk mendapatkan sensasi seks yang terbaik.
Dikutip Times of India dari Sun, zaman yang maju ini menunjukkan ada pergeseran dalam persepsi menjaga keperawanan maupun keperjakaan. Jika sebelumnya orang masih bisa menjaga keperawanan mulai dari usia 30-an tahun ke atas, kini usia belasan tahun sudah melakukan aktivitas seksual.
Survey ini juga menepis anggapan bahwa wanita lebih lama dalam menanggapi respon seksual. Bahkan, kematangan seksual wanita lebih cepat dari pria. Survey ini diikuti 1.281 orang dewasa.
Survey juga menemukan, Usia 28 tahun adalah waktu yang terbaik bagi wanita untuk mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan seksualnya. Sementara bagi pria, usia 33 tahun adalah masa keemasan untuk mendapatkan sensasi seks yang terbaik.
Dikutip Times of India dari Sun, zaman yang maju ini menunjukkan ada pergeseran dalam persepsi menjaga keperawanan maupun keperjakaan. Jika sebelumnya orang masih bisa menjaga keperawanan mulai dari usia 30-an tahun ke atas, kini usia belasan tahun sudah melakukan aktivitas seksual.
Survey ini juga menepis anggapan bahwa wanita lebih lama dalam menanggapi respon seksual. Bahkan, kematangan seksual wanita lebih cepat dari pria. Survey ini diikuti 1.281 orang dewasa.
Label:
bugil anak,
gadis sma,
perawan,
sex anak,
smp cewek
Langganan:
Postingan (Atom)


